Diduga Langgar Standar Teknis, Proyek
Pemasangan U-Ditch di Trucuk Oleh CV Rendra Jaya Tanpa Lantai Kerja
Diduga Langgar Standar Teknis, Proyek Pemasangan U-Ditch di Trucuk Oleh CV Rendra Jaya Tanpa Lantai Kerja
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO – Proyek pemasangan U-Ditch yang dikerjakan oleh CV Rendra Jaya di Desa Trucuk, tepatnya di RT 15, menuai sorotan tajam. Pasalnya, pekerjaan drainase tersebut diduga kuat dikerjakan tanpa lantai kerja maupun dasaran, sebuah tahapan krusial yang semestinya tidak boleh diabaikan dalam pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, setelah galian dilakukan menggunakan alat berat, U-ditch langsung dipasang tanpa adanya lantai kerja, tanpa pedel, dan tanpa alas pasir.
Ironisnya, proses pemasangan justru dilakukan pada malam hari, memunculkan dugaan minimnya pengawasan serta potensi penyimpangan teknis.
Keanehannya pekerjaan ini bahkan sempat dipertanyakan langsung oleh Kepala Desa Trucuk. Saat dikonfirmasi mengapa pemasangan U-ditch tidak menggunakan lantai dasar, pihak pelaksana proyek dengan enteng berdalih bahwa dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak tercantum lantai kerja.
Pernyataan tersebut justru memantik kritik keras dari kalangan yang memahami teknis konstruksi.
Menanggapi hal tersebut, Teguh Hariyanto, rekan media yang juga pernah berkecimpung sebagai kontraktor, menegaskan bahwa alasan apapun tidak dapat membenarkan pemasangan U-ditch tanpa lantai kerja.
“Apapun alasannya, pemasangan U-ditch wajib memakai lantai kerja. Minimal diberi dasaran pasir atau pedel. Itu standar teknis dasar. Kalau tidak, risikonya besar—ambles, retak, dan umur bangunan tidak akan lama,” tegas Teguh.
Menurutnya, lantai kerja bukan sekadar formalitas RAB, melainkan elemen teknis vital untuk menjamin kestabilan struktur U-ditch dan mencegah kerusakan dini. Mengabaikan tahapan tersebut dinilai sebagai bentuk pengurangan spesifikasi yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai pekerjaan dilakukan asal jadi, tanpa memperhatikan kualitas dan keselamatan jangka panjang. Masyarakat pun mendesak dinas terkait yang membidangi pekerjaan tersebut agar segera turun tangan, melakukan pemeriksaan lapangan, dan mengambil tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran teknis.
Warga menegaskan bahwa pembangunan drainase memang dibutuhkan, namun bukan dengan cara mengorbankan mutu dan mengabaikan standar konstruksi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Rendra Jaya maupun dinas teknis terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemasangan U-ditch tanpa lantai kerja tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban atas proyek yang kini menjadi sorotan publik.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id