Keselamatan Diabaikan
Proyek U-Ditch Oleh CV Rendra Jaya Berubah Jadi Teror Malam bagi Warga
Keselamatan Diabaikan, Proyek U-Ditch Oleh CV Rendra Jaya Berubah Jadi Teror Malam bagi Warga
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Apa yang terjadi di Desa Trucuk malam ini bukan sekadar proyek yang berantakan. Ini adalah potret telanjang kegagalan tata kelola pembangunan.
Jalan utama ditutup total. Warga dipaksa merangkak melewati jalur darurat yang sempit, berlumpur, licin, dan gelap. Akses lumpuh. Keselamatan diabaikan. Akal sehat seolah ikut dikubur bersama tanah galian.
Pemasangan U-Ditch oleh CV Rendra Jaya menjelma menjadi pertunjukan chaos. Sekitar 10 titik dikerjakan secara bersamaan oleh satu kontraktor, tanpa urutan kerja, tanpa skema rekayasa lalu lintas, tanpa empati terhadap dampak sosial.
Satu lubang belum ditutup, pindah ke lubang lain. Belum selesai, ditinggalkan lagi. Begitu seterusnya.
“Ini bukan pembangunan, ini kekacauan yang dilegalkan,” gerutu warga yang terpaksa melintas.
Ironisnya, pekerjaan justru dilakukan pada malam hari, saat warga paling membutuhkan akses aman. Jalan dialihkan ke jalur darurat yang di siang hari saja sudah tidak layak, apalagi malam dengan lumpur licin mengilap seperti sabun. Sedikit salah pijak, celaka menanti.
Pertanyaannya sederhana tapi menusuk, di mana pengawas proyek? Di mana dinas teknis?, ataukah semua ini dibiarkan asal pekerjaan berjalan dan termin bisa dicairkan?
Jika satu CV dibiarkan membuka banyak titik sekaligus tanpa penyelesaian bertahap, maka yang rusak bukan hanya badan jalan, wibawa pemerintah daerah ikut runtuh.
Papan peringatan memang berdiri, tapi hanya sebatas formalitas administrasi. Tidak ada rekayasa lalu lintas yang manusiawi. Tidak ada jaminan keselamatan. Nihil rasa tanggung jawab.
Warga Trucuk akhirnya menjadi kelinci percobaan dari metode kerja yang sembrono dan serampangan. Proyek yang seharusnya memperbaiki drainase justru mengeringkan kesabaran warga.
Jika pola pengelolaan seperti ini terus dibiarkan, jangan salahkan rakyat bila menilai pembangunan hanya sebatas gali–tinggal–foto–lapor, sementara penderitaan warga dianggap biaya sampingan.
Malam ini, Trucuk bukan sedang dibangun. Trucuk sedang dikorbankan.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id