Diduga Asal Jadi Kejar Target Jalan Lurus Drainase Meliuk
Proyek U-Ditch Desa Trucuk Dikeluhkan Warga
Diduga Asal Jadi Kejar Target Jalan Lurus Drainase Meliuk, Proyek U-Ditch Desa Trucuk Dikeluhkan Warga
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO – Proyek pembangunan pemasangan U-Ditch (saluran drainase) di Desa Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menuai keluhan keras dari warga. Pekerjaan yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan justru diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga memicu kekecewaan dan perbincangan luas di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang diterima pewarta, pemasangan U-Ditch terlihat tidak lurus, meskipun kondisi jalan di lokasi tersebut lurus. Ketidaksesuaian ini dinilai janggal dan mengindikasikan rendahnya kualitas pengerjaan proyek.
“Jalannya lurus, tapi U-Ditch-nya kok malah belok-belok. Ini jelas bukan soal selera, tapi soal teknis. Warga semua komplain,” ungkap salah satu warga setempat.
Keluhan warga tersebut diperkuat dengan keterangan lokasi pekerjaan yang disebut berada di RT 13 Desa Trucuk. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa fungsi drainase tidak akan optimal dan berpotensi menimbulkan genangan air maupun kerusakan lanjutan.
Diketahui, proyek pemasangan U-Ditch di Desa Trucuk tersebut dikerjakan oleh CV Rendra Jaya. Dengan munculnya keluhan warga dan bukti visual di lapangan, perhatian publik kini mengarah tajam pada tanggung jawab kontraktor dalam menjamin mutu pekerjaan.
Warga mempertanyakan apakah proyek ini dikerjakan sesuai gambar perencanaan (DED) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pasalnya, proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik tidak boleh dikerjakan serampangan, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Selain kontraktor, publik juga menyoroti peran pengawasan dari dinas terkait. Jika benar pemasangan dilakukan tidak sesuai standar, maka muncul dugaan lemahnya kontrol dan pembiaran di lapangan.
“Kalau pekerjaan seperti ini bisa lolos, berarti pengawasannya patut dipertanyakan. Jangan sampai uang rakyat hanya jadi proyek formalitas,” tegas warga lainnya.
Masyarakat Desa Trucuk mendesak agar instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, evaluasi teknis, serta memerintahkan perbaikan bila ditemukan pelanggaran spesifikasi.
Warga menegaskan, mereka tidak menolak pembangunan, namun menuntut pembangunan yang benar, rapi, dan sesuai aturan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Rendra Jaya maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas keluhan warga tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id