Warga Resah Harapkan Perhatian Pihak Terkait
Proyek Pemasangan U-ditch di Tulungrejo Bojonegoro Sisakan Lumpur dan Ketidakpedulian
Proyek Pemasangan U-ditch di Tulungrejo Bojonegoro Sisakan Lumpur dan Ketidakpedulian, Warga Resah Harapkan Perhatian Pihak Terkait
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO – Proyek pemasangan U-ditch di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menuai keluhan keras dari warga. Alih-alih membawa kenyamanan dan perbaikan lingkungan, pekerjaan infrastruktur tersebut justru menyisakan tumpukan tanah galian yang dibiarkan berlarut-larut tanpa perapian, mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan warga.
Keluhan paling mencolok datang dari warga RT 08 Desa Tulungrejo yang berada tepat di sekitar lokasi proyek. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tanah bekas galian U-ditch masih menumpuk di sisi jalan dan di depan rumah warga. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan licin, menciptakan kondisi rawan tergelincir serta menyulitkan mobilitas masyarakat.
“Kalau tidak segera dirapikan, tanahnya masih menumpuk. Jalan dan depan rumah warga jadi becek dan licin,” keluh salah seorang warga kepada awak media.
Yang lebih memprihatinkan, hingga kondisi tersebut berlangsung cukup lama, tidak terlihat adanya itikad serius dari pihak pelaksana proyek. Warga mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan maupun penjelasan dari kontraktor atau pelaksana lapangan terkait tahapan lanjutan pekerjaan, khususnya mengenai kapan perapian pascapemasangan U-ditch akan dilakukan.
Minimnya komunikasi ini memunculkan kesan kuat bahwa proyek dikerjakan setengah hati dan tanpa memperhitungkan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Tak hanya kontraktor, Pemerintah Desa Tulungrejo pun ikut menjadi sorotan. Hingga berita ini diturunkan, warga menyebut belum ada penjelasan resmi maupun langkah konkret dari pemerintah desa terkait kondisi lapangan yang semakin meresahkan. Padahal, pemerintah desa seharusnya hadir sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk memastikan proyek berjalan sesuai kaidah dan tidak merugikan warga.
Warga menegaskan, mereka tidak menolak proyek pemasangan U-ditch. Justru sebaliknya, proyek tersebut dinilai sangat penting untuk memperbaiki sistem aliran air dan mencegah genangan maupun banjir saat musim hujan. Namun pembangunan infrastruktur tanpa penataan lingkungan pascapekerjaan hanya akan melahirkan persoalan baru.
“Proyeknya penting, tapi jangan sampai warga yang jadi korban,” ujar warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak dinas terkait bersama Pemerintah Desa Tulungrejo untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pemasangan U-ditch. Warga juga menuntut adanya tanggung jawab nyata dari kontraktor, perapian lingkungan secara tuntas, serta komunikasi yang terbuka agar pembangunan tidak berjalan di atas keresahan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak kontraktor pelaksana proyek maupun Pemerintah Desa Tulungrejo untuk memperoleh keterangan resmi, sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang dan objektif.
Namun satu pesan dari warga Tulungrejo kini terdengar jelas: pembangunan tanpa kepedulian bukanlah kemajuan, melainkan masalah baru yang harus segera dihentikan.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id