Menghidupkan Nalar MADILOG Tan Malaka Bersama Mahasiswa LPM NAWASENA Universitas Sunan Gresik
Foto : Kegiatan LPM NAWASENA Universitas Sunan Gresik bersama Dr (c) Mawardi, S. Sos., SH., MH
GRESIK JAWA TIMUR – Upaya menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis di kalangan mahasiswa kembali digaungkan oleh akademisi dan praktisi hukum, Dr (c) Mawardi, S. Sos., SH., MH. Dalam sebuah diskusi intelektual bersama mahasiswa di Universitas Sunan Gresik, Mawardi mengajak generasi muda untuk kembali menelaah dan menghidupkan metode berpikir MADILOG yang diperkenalkan oleh tokoh revolusioner Indonesia, Tan Malaka. Minggu 08/03/2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menekankan pentingnya membangun cara berpikir ilmiah dan rasional di tengah dinamika sosial serta perkembangan ilmu pengetahuan. Mawardi menjelaskan bahwa konsep MADILOG—singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika—merupakan fondasi penting untuk membangun tradisi intelektual yang kritis dan progresif di Indonesia.
Menurut Mawardi, mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis realitas sosial secara objektif dan sistematis. Ia menilai bahwa pemikiran Tan Malaka masih sangat relevan untuk menjawab berbagai persoalan kebangsaan di era modern.
“Madilog mengajarkan kita untuk berpikir berdasarkan fakta, menganalisis secara dialektis, dan menarik kesimpulan secara logis. Ini penting agar mahasiswa tidak mudah terjebak pada pola pikir dogmatis,” ujar Mawardi di hadapan para peserta diskusi.
Dalam kesempatan tersebut, Mawardi juga mendorong mahasiswa Universitas Sunan Gresik untuk mengembangkan budaya akademik yang kuat melalui diskusi, penelitian, dan penulisan ilmiah. Ia menilai bahwa kampus harus menjadi ruang subur bagi lahirnya gagasan-gagasan kritis yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Para mahasiswa yang hadir menyambut diskusi tersebut dengan antusias. Mereka menilai pemaparan tentang pemikiran Tan Malaka membuka perspektif baru tentang pentingnya metode berpikir ilmiah dalam memahami realitas sosial, hukum, dan politik.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali tradisi intelektual kritis di kalangan mahasiswa, sekaligus menghidupkan kembali warisan pemikiran Tan Malaka yang selama ini jarang dibahas secara mendalam dalam ruang akademik". Ungkap Zain Ketua LPM NAWASENA Universitas Sunan Gresik
Dengan menghidupkan kembali nalar MADILOG, Mawardi berharap mahasiswa mampu menjadi generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian berpikir kritis dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Editor :mawardi@2021
Source : Tim Media Sigap News