Dinas Perhubungan, RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, DPMPTSP dan RSUD Padangan di 2025
Bojonegoro Sebagai WBK Berhasil Pada Empat Perangkat Daerah
Bojonegoro Sebagai WBK Berhasil Pada Empat Perangkat Daerah, Dinas Perhubungan, RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, DPMPTSP dan RSUD Padangan di 2025
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- RSUD Padangan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di 2025. Pada Rabu (11/2/2026), Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hadir secara daring dalam kegiatan SAKIP dan ZI Award di Ruang Batik Madrim, gedung Pemkab Bojonegoro.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB) Rini Widyantini menjelaskan, konsen reformasi birokrasi dilakukan di masing-masing instansi ini menjadi pondasi kuat membangun negara lebih kuat dan berintegritas yang telah dilakukan bertahun-tahun. Serta menjadi dasar dari perencanaan hingga yang berdampak pada masyarakat. RB menjadi mesin penggerak mencapai tujuan.
"Birokrasi unggul merupakan salah satu syarat kelangsungan peradaban. Sehingga kita harus menjunjung integritas dan menghindari konflik kepentingan. Dari 1.476 usulan unit, 578 unit mendapat predikat WBK," jelasnya.
Harapannya, lewat momentum ini semua unit bisa terus menjaga konsisten dan integritas serta menjadi role model bagi instansi lainnya. Utamanya memperkuat orientasi hasil dan dampak pada masyarakat, terus berinovasi, dan berkewajiban memperkuat kontribusi peran tingkat nasional.
SAKIP dan ZI Award 2025 menjadi kegiatan dalam rangka penguatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Pembangunan Zona Integritas utamanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tema kali ini "Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045".
"Selamat kepada seluruh instansi pemerintah yang hadir secara daring dan SAKIP-nya meningkat dan meraih predikat WBK/WBBM. Terus konsisten menerapkan nilai integritas di masing-masing tempat bekerja. Jadi agen perubahan untuk menularkan award ini untuk unit-unit lain," jelasnya.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan inovasi-inovasi yang berbasis kemasyarakatan. Sebab pemerintah harus hadir ditengah masyarakat. Pencapaian ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan publik dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Plt. Inspektur Bojonegoro melalui Irban Pencegahan Tipikor Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Rahmat Junaidi menjelaskan, sejak 2021 Zona Integritas (ZI) yang diraih Bojonegoro sebagai WBK berhasil pada empat perangkat daerah yaitu Dinas Perhubungan, RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, DPMPTSP dan RSUD Padangan di 2025
Inspektorat, lanjutnya untuk tetap menjaga akuntabilitas secara teratur, melaksanakan evaluasi sistem akuntabilitas (SAKIP), evaluasi manajemen risiko dan evaluasi pengendalian gratifikasi.
"RSUD Padangan harus bisa menunjukkan sebagai perangkat daerah yang benar-benar layak menyandang WBK karena ujian pasti selalu datang dari pelayanan, kelembagaan, dan personal. Dan usahakan inovasi untuk mengatasi masalah dan mempermudah layanan bagi masyarakat serta harus bisa direplikasi di perangkat daerah lain baik di Bojonegoro maupun luar Bojonegoro," jelasnya Rabu (11/2/2026).
Direktur RSUD Padangan dr Ratih Wulandari menjelaskan, RSUD Padangan berfokus pada digitalisasi pelayanan untuk mewujudkan excellent service (pelayanan prima). Inovasi utama yang kembangkan adalah Rajal Cermat Plus (Rawat Jalan Cepat Ringkas dan Tepat Plus Pemisahan Depo Farmasi Rawat Jalan dan Rawat Inap).
Inovasi ini menggabungkan implementasi pendaftaran online, rekam medis elektronik yang paperless (tanpa kertas) dan resep elektronik. Dengan inovasi ini pasien tidak perlu antri pendaftaran, datang mendekati waktu pelayanan dokter dan pelayanan pasien lebih cepat karena menggunakan rekam medis elektronik. Dengan inovasi ini waktu yang butuhkan pasien di poli sejak pendaftaran hingga penerimaan obat, sebelum inovasi adalah 5 jam 32 menit, setelah inovasi hanya 2 jam 11 menit.
Langkah awal membangun Zona Integritas, lanjutnya dimulai dengan komitmen seluruh staf melalui penandatanganan Pakta Integritas. Guna menciptakan lingkungan yang bersih, pihaknya mengimplementasikan sistem pelaporan berbasis digital. Tersedia barcode PPgrat untuk pengelolaan gratifikasi serta saluran Whistleblowing System yang menjamin keamanan dan kemudahan pelaporan. Inovasi ini didukung oleh budaya kerja SIGAP (Siap dan Tanggap) serta prinsip tegas menolak segala bentuk gratifikasi.
Zona Integritas adalah wujud komitmen RSUD Padangan dalam memberikan pelayanan yang bersih, transparan dan berintegritas. Zona Integritas adalah langkah nyata kami dalam membangun lingkungan kerja yang jujur, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan prima.
"Melalui Zona Integritas, kami merasakan perubahan positif dalam etos kerja karyawan kami, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap pelayanan RSUD Padangan. Dengan harapan setelah predikat WBK ini RSUD Padangan berkomitmen meningkatkan pelayanan lebih baik lagi, melayani dengan ramah, jujur dan professional sehingga ke depan kami bisa menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)," jelasnya.(YY)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id