Tingkatkan Produktivitas Ternak
Pemkab Bojonegoro dan FKH Unair Surabaya Bersinergi Wujudkan Sentra Ternak Bebek di Desa Palembon
Tingkatkan Produktivitas Ternak, Pemkab Bojonegoro dan FKH Unair Surabaya Bersinergi Wujudkan Sentra Ternak Bebek di Desa Palembon-Kanor
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan produktivitas ternak. Sinergi tersebut ditandai dengan launching desa binaan serta penyerahan paket bantuan bebek petelur di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Selasa (27/1/2025).
Pada kegiatan tersebut, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada penerima manfaat berupa 17 ekor bebek petelur, pakan sebanyak 50 kilogram, serta uang tunai sebesar Rp300 ribu per paket. Paket bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masing-masing penerima dengan jumlah 20 penerima manfaat.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi dan sinergi FKH Unair dengan Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, pengembangan ternak bebek memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kita melihat dari telur asin saja itu berasal dari telur bebek. Bebek ini juga mudah dikembangkan karena telurnya bisa ditetaskan sekitar 21 hari, kemudian dalam lima bulan sudah bisa bertelur kembali. Ini peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bojonegoro terus mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Setelah program Domba Kesejahteraan, Lele Kolega dan Ayam Gayatri, kini pengembangan bebek petelur menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa.
Di tahun 2025, Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) telah menyasar sebanyak 5.400 KPM (keluarga penerima manfaat) dan Domba Kesejahteraan sebanyak 1.200 KPM. “Jika digabung dengan tahun-tahun sebelumnya, sudah sekitar 10 ribu KPM yang mendapatkan program kemandirian ekonomi. Tahun 2026, program-program ini juga akan terus berlanjut,” jelasnya.
Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkab Bojonegoro juga akan melakukan pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran. Program PKH (program keluarga harapan) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) nantinya akan dipadukan agar masyarakat semakin memahami skema bantuan yang diterima.
Sementara itu, Dekan FKH Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslahah, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sekitar 40 dosen FKH Unair yang hadir langsung di Desa Palembon (Kanor) untuk melakukan pendampingan kepada 20 penerima program.
Kegiatan ini didukung berbagai sponsor untuk mewujudkan mimpi bersama menjadikan Desa Palembon sebagai pilot project peternakan bebek. Kami mengapresiasi Pemkab Bojonegoro atas kepercayaan dan tempat yang telah diberikan,” ungkapnya.
Prof. Lilik berharap Desa Palembon dapat berkembang menjadi sentra peternakan bebek beserta produk olahannya. Pendampingan direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan, mulai tahun ini hingga Tahun 2030 mendatang.
“Jika program ini sukses, tidak menutup kemungkinan akan kami kembangkan ke kecamatan atau kabupaten lain. Kami juga akan menggarap aspek kesehatan masyarakat, khususnya penanganan stunting pada anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan rencana pemberian mesin tetas pada Mei mendatang agar populasi bebek dapat berkembang pesat. Sebanyak 20 kepala keluarga penerima manfaat diharapkan mampu mengelola ternak secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari FKH Unair.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk kerja sama antara FKH Unair dengan Pemkab Bojonegoro, khususnya Dinas Peternakan dan Perikanan.
“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui pendampingan, edukasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Desa Palembon dipilih karena memiliki potensi wilayah yang baik serta dukungan penuh dari pemerintah desa,” terangnya.
Ia menambahkan, para akademisi dari FKH Unair hadir memberikan edukasi terkait perawatan ternak, pencegahan penyakit, hingga pembuatan obat herbal tradisional. Pendampingan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peternak di Desa Palembon, tetapi juga dapat dikembangkan ke wilayah lain.
“Kami memiliki program Domba Kesejahteraan, Lele Kolega, dan Ayam Gayatri. Dengan pendampingan ini, kami berharap peternak bisa beternak secara lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan launching desa binaan dan paket bantuan bebek petelur ini, Desa Palembon resmi ditetapkan sebagai desa dengan pendampingan terstruktur jangka panjang pada periode 2026–2030, guna meningkatkan produktivitas, kesehatan hewan, dan kesejahteraan masyarakat.(YY)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id