Disiapkan bagi Wisatawan Mancanegara Bukan Untuk Keluarga
Pasar Wisata Bojonegoro Terapkan Tiga Konsep Pengembangan Industri Pariwisata
Pasar Wisata Bojonegoro Terapkan Tiga Konsep Pengembangan Industri Pariwisata, Disiapkan bagi Wisatawan Mancanegara Bukan Untuk Keluarga
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menerapkan tiga konsep pengembangan industri pariwisata di wilayahnya. Wisata di kabupaten penghasil migas ini diperuntukan bukan bagi keluarga, melainkan wisatawan mancanegara yang ingin melakukan penelitian.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Yuseriza mengatakan, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah lain. Pemkab sekarang ini sedang berjuang mendapatkan pengakuan Unesco Global Geopark (UGGp).
“Mengapa UMKM ini menjadi penting. Karena sudah terbukti UMKM ini investasi yang paling kondusif, bukan eksklusif. Saat pandemi covid-19, sektor UMKM ini yang tetap bertahan, bukan usaha kelas menengah ke atas. Jadi sambil menunggu kesiapan kawasan industri, peran UMKM ini sangat penting sehingga perlu kita dorong agar berkembang dan maju,” lanjut Riza.
Konsep kedua wisata Bojonegoro adalah konservasi. Riza mengungkapkan, ketika terjadi pencemaran di sumur minyak tua Wonocolo, ada semut yang bisa bertahan hidup dengan mengkonsumsi limbah minyak seperti unsur logam dan lainnya. Penelitian itu telah dilakukan Universitas Bojonegoro (Unigoro).
“Jadi kita bisa memperkaya itu, dan bisa membangkitkan riset. Artinya, kalau orang luar atau peneliti ingin mengatasi pencemaran limbah minyak belajarnya bisa ke Bojonegoro,” jelasnya.
Konsep ketiga wisata Bojonegoro, lanjut Riza, memberikan stimulan bagi pertumbuhan ekonomi. Hal ini untuk mendukung dan memberi pelayanan terbaik bagi wisatawan luar negeri yang datang ke objek wisata Bojonegoro. Sehingga bukan hanya restoran atau hotel di Bojonegoro kota yang merasakan manfaatnya, tapi industri UMKM di sekitar wisata bisa tumbuh dan berkembang.
“Sekarang kita terus berbenah untuk itu. Namun semua ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dan kolaborasi dari pengusaha, UMKM, dan pegiat-pegiat pariwisata, dan komunitas seperti ini,” pungkas Riza.
Senada disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Lukiswati. Menurutnya, wisata Bojonegoro selama ini belum banyak dikenal masyarakat luar. Sehingga jumlah kunjungan wisatawan masih minim.
“Bojonegoro tidak punya lautan atau pantai seperti daerah lain. Tapi kita punya potensi 20 geosite, dan 8 cultur site yang sudah diakui nasional. Sekarang ini Bojonegoro sedang berjuang mendapat pengakuan UGGp,” ujarnya saat menghadiri sarasehan budaya Perahu Besi Kuno Desa Ngraho, Kecamatan Gayam di rangkaian Festival Banyu Urip 2025.
Lukiswati menjelaskan, tema utama Geopark Bojonegoro menuju UGGp adalah “The Unique Petroleum System on Land” atau “Sistem Perminyakan Darat Paling Dangkal”. Tema ini menjadi terunik, dan menjadikannya satu-satunya di Indonesia dan dunia.
“Beberapa waktu lalu ada wisatawan mancanegara di Bojonegoro selama sebulan. Ia bercerita, dari 25 negara yang pernah dikunjungi, menurutnya Bojonegoro yang paling berkesan,” ungkapnya.
“Artinya, wisata Geopark Bojonegoro sangat diminati wisatawan asing. Ini yang akan terus kita kembangkan. Dan, tahun 2026, Bojonegoro diusulkan mendapat bantuan 25 miliar rupiah dari pusat untuk mengembangkan geopark,” lanjut Lukiswati.
Ditambahkan, pengembangan industri wisata Bojonegoro ini sejalan dengan program medhayoh yang baru saja dicanangkan Pemkab. Yakni bagaimana menarik orang luar daerah, bahkan luar negeri untuk datang bertamu (medhayoh) ke Bojonegoro..
“Sebagai tuan rumah, kita harus memberi pelayanan yang ramah, baik, kepada tamu agar mereka betah dan nyaman. Jadi semua harus dipersiapkan agar orang yang medhayoh tidak kecewa,” pungkas Lukiswati.(Andy/Yis)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id