Niat Hati Memperbaiki Ekonomi
Ratusan Warga Nganjuk Justru Terjerat Investasi Snapboost
Niat Hati Memperbaiki Ekonomi, Ratusan Warga Nganjuk Justru Terjerat Investasi Snapboost
SIGAPNEWS.CO.ID | NGANJUK – Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan berinvestasi, sejumlah warga di Kabupaten Nganjuk justru menelan pil pahit. Para nasabah aplikasi investasi Snapboost mendatangi pihak berwajib setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali, dengan total kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
?Berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya tergiur bergabung karena janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu korban, seorang ibu asal Nganjuk yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengaku awalnya hanya menyetor dana kecil sebesar Rp1 juta. Namun, karena terus diiming-imingi hasil yang berlipat ganda, ia akhirnya menambah saldo investasinya berkali-kali.
?"Awalnya saya ikut karena iming-iming hadiah dan katanya bisa kaya bersama. Anak saya juga ikut cari mitra-mitra lain. Total uang saya yang masuk sekitar Rp20 juta. Sekarang saya hanya ingin uang itu kembali untuk bayar utang," ungkapnya dengan nada lesu. Minggu (19/4/4/2026)
?Korban Merugi Hingga Ratusan Juta
?Nasib lebih tragis dialami oleh Ibu Suliana, warga Kerep Kidul, Bagor. Ia mengaku bergabung setelah diajak oleh temannya. Awalnya, ia hanya melakukan deposit sebesar Rp500 ribu. Namun, bujuk rayu promo investasi membuatnya nekat menyetorkan uang dalam jumlah fantastis.
?Ia sempat dijanjikan akan mendapatkan sebuah mobil Brio sebagai bentuk doorprize atau imbal hasil dari deposit sebesar Rp65 juta yang ia setorkan. Penyerahan unit mobil tersebut dijanjikan akan dilaksanakan pada acara besar di Semarang pada 12 April 2026 lalu. Namun, acara tersebut mendadak batal, dan dana investasinya pun ikut raib.
?"Total kerugian saya sekitar Rp133 juta. Uang itu dikumpulkan dengan susah payah. Harapan saya hanya satu, tolong kembalikan hak saya. Ini bukan hanya masalah saya, tapi banyak masyarakat lain, khususnya warga Nganjuk, yang juga menjadi korban," tegas Ibu Suliana saat melaporkan kasusnya.
Pimpinan Snapboost Sebut Ada 'Trouble' di 18 Kabupaten
Menanggapi gelombang protes dari para nasabah, Pimpinan Member Snapboost, Thomas Eko, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Di hadapan media, Eko mengakui adanya kendala teknis atau trouble pada sistem yang menyebabkan terhambatnya pencairan dana para member di berbagai daerah.
?Eko menjelaskan bahwa kemacetan sistem ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di 18 kabupaten yang berada di bawah naungannya, meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat. Dari belasan wilayah tersebut, Kabupaten Nganjuk tercatat memiliki basis member yang cukup besar dengan sekitar 600 anggota.
?"Sistem sedang mengalami kendala. Saya membawahi 18 kabupaten di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Memang saat ini sedang ada trouble yang belum bisa saya jelaskan secara detail karena masih menunggu sosialisasi terkait program penggabungan (SGE)," ujar Eko.
?Meski dituding melakukan penipuan, Eko membantah telah membawa kabur uang member. Ia justru mengklaim sebagai pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini. Menurut pengakuannya, saldo pribadinya yang tertahan di dalam akun aplikasi mencapai angka Rp15 miliar.
?Ia berdalih bahwa dana tersebut awalnya diniatkan untuk memberikan hadiah atau reward kepada para member sebagai bentuk apresiasi atas keuntungan yang telah diraih sebelumnya. Namun, karena sistem macet total, dana tersebut kini tidak dapat diakses.
?Kooperatif Jalani Pemeriksaan di Polres Nganjuk
?Sebagai bentuk tanggung jawab, Eko secara sukarela mendatangi Mapolres Nganjuk pada Minggu (19/4/2026) pagi untuk memberikan keterangan. Ia menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB terkait dugaan penipuan investasi online yang menyeret namanya.
?"Saya datang ke sini (Polres) untuk klarifikasi dan meminta pengamanan karena banyaknya member yang mencari saya. Jika memang saya terbukti melakukan tindak pidana, saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Saya tidak akan kabur," tegasnya.
?Eko juga menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh koordinator wilayah untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk pemblokiran rekening pendaftaran jika terindikasi adanya skema penipuan (scam) yang lebih luas. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan Eko serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan dari para pelapor.
Kanit Pidum Iptu Imam Sutrisno mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima para pelapor yang datang untuk memberikan keterangan serta menyerahkan sejumlah bukti awal terkait aktivitas investasi tersebut.
?"Hari ini kami telah menerima laporan dari para korban investasi Snapboost. Kami mendengarkan keterangan mereka dan mulai mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Iptu Imam Sutrisno.
Iptu Imam Sutrisno juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh investasi serupa agar tidak ragu untuk melapor. Kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan demi tegaknya keadilan bagi para korban.
?Saat ini, Polres Nganjuk masih terus melakukan pengembangan kasus untuk menentukan apakah terdapat unsur pidana penipuan atau pelanggaran Undang-Undang ITE dalam operasional aplikasi Snapboost tersebut.(*)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id