20 Spanduk Penuhi Kota Bojonegoro Usut Tuntas Korupsi PT ADS Sekarang Juga
20 Spanduk Penuhi Kota Bojonegoro Usut Tuntas Korupsi PT ADS Sekarang Juga
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO– Gelombang mosi tidak percaya rakyat Bojonegoro terhadap pengelolaan BUMD PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) mencapai puncaknya pagi ini. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 20 titik strategis di seantero kota hingga pinggiran jalan protokol mendadak "memutih" oleh spanduk tuntutan pengusutan kasus korupsi 17/02/2026.
Aksi pemasangan spanduk yang dilakukan secara serentak oleh kelompok yang menamakan diri "Rakyat Kuasa" ini seolah menampar wajah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang selama ini dianggap "adem-ayem" menyikapi desas-desus di tubuh PT ADS.
Rakyat Tak Lagi Bisa Dibungkam
Mulai dari area sekitar bundaran Jetak, sepanjang jalan utama, hingga titik-titik di dekat kantor pemerintahan, spanduk bertuliskan "USUT SAMPAI TUNTAS KASUS KORUPSI DI PT ADS BOJONEGORO SEKARANG JUGA!!!" terpampang nyata. Masifnya sebaran di 20 lokasi ini menunjukkan bahwa ini bukan sekadar aksi iseng, melainkan gerakan terstruktur yang menuntut transparansi radikal atas uang rakyat di sektor migas.
PT ADS Ladang Emas atau Sarang Korupsi?
Sebagai pemegang hak Participating Interest (PI) di Blok Cepu, PT ADS adalah lumbung uang bagi Bojonegoro. Namun, kemunculan 20 titik spanduk ini menjadi bukti otentik bahwa rakyat mencium adanya aroma busuk dalam tata kelola keuangan perusahaan pelat merah tersebut.
"Jika tidak ada api, tidak mungkin ada asap. 20 titik spanduk ini adalah api kegeraman rakyat yang sudah lama terpendam. Kami ingin tahu, ke mana larinya triliunan rupiah itu? Kenapa aroma korupsinya begitu menyengat?" ujar seorang aktivis lokal yang memantau pergerakan spanduk tersebut.
Peringatan Keras untuk Kejaksaan dan Pemkab
Banyaknya spanduk yang bertebaran menjadi tekanan psikologis bagi Kejaksaan Negeri Bojonegoro dan Tipikor. Publik kini menunggu: apakah aparat akan bergerak membedah aliran dana PT ADS, atau justru membiarkan tuntutan rakyat menguap begitu saja?
Jika aspirasi di 20 titik jalanan ini hanya dianggap angin lalu, bukan tidak mungkin Bojonegoro akan menghadapi gelombang massa yang jauh lebih besar. Rakyat kini sedang memelototi setiap gerak-gerik pejabat di tubuh BUMD tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT ADS maupun jajaran Pemkab Bojonegoro belum memberikan pernyataan resmi terkait serbuan spanduk yang menyudutkan institusi mereka.
Rakyat menuntut audit terbuka. Usut tuntas sekarang, atau bersiap menghadapi pengadilan jalanan yang lebih luas.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id