Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Proyek TPT Desa Sukorejo Bojonegoro Disorot
Proyek TPT Desa Sukorejo Bojonegoro Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Pantauan sigapnews.co.id dan memokita.com di lokasi, pasangan batu pada bangunan TPT terlihat tidak tersusun rapat. Sejumlah bagian masih menyisakan rongga antar batu dengan campuran material perekat yang dinilai tidak merata dan buruk . Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap kualitas bangunan.
Tidak hanya itu, bagian dasar konstruksi juga menjadi perhatian. Galian pondasinyapun diduga berada di atas kontur tanah yang kurang dalam. Padahal, pondasi menjadi elemen penting dalam menopang kekuatan struktur agar bangunan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sorotan lain mengarah pada aspek keterbukaan informasi. Di sekitar lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi kegiatan yang lazim dipasang pada proyek pembangunan pemerintah. Ketiadaan papan proyek memunculkan pertanyaan publik terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, hingga pelaksana kegiatan.
Padahal keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara maupun bantuan pemerintah. Ketentuan itu juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran melihat metode pengerjaan bangunan tersebut. Menurutnya, kualitas pekerjaan seharusnya menjadi prioritas utama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harusnya yang diutamakan mutu pekerjaan. Kalau kualitasnya baik, masyarakat juga merasa puas karena bangunan bisa bertahan lama,” ujarnya, Jum'at (18/9/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lely Ana Sari SPd , saat dikonfirmasi ditempat tugasnya menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan Anggaran Silva APBdes Tahun 2025 untuk sektor ketahanan pangan.
“Bangunan TPT Bersumber dari sisa anggaran Silva APBdes 2025 dengan volume sisi kiri sekitar 80 meter dan sisi kanan 80 meter Lebar 4 meter.Untuk besaran anggarannya saya kurang tahu kalau tidak lihat catatan,” kata Meyke Lely Ana Sari kepada wartawan.
Kondisi pekerjaan yang menjadi sorotan warga memunculkan harapan adanya pengawasan lebih ketat dari instansi terkait. Masyarakat juga meminta adanya evaluasi terhadap kualitas pekerjaan agar pembangunan yang dibiayai anggaran pemerintah benar-benar memberi manfaat serta sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Proyek TPT Desa Sukorejo Bojonegoro kini menjadi perhatian warga. Mereka berharap pihak berwenang dapat melakukan peninjauan dan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai aturan serta prinsip akuntabilitas.
Sampai berita ini diturunkan Ketua Tim Pelaksana (Tim Lak) pembangunan TPT Desa Sukorejo belum bisa dihubungi.
Terkait Papan Anggaran yang tidak dipasang namun diduga disembunyikan dikokong jembatan,dan ditemukan tertera anggaran dari Silva 2026.(YY)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id