Ajang Kompetisi Inovasi untuk Peningkatan Layanan Masyarakat
Pemkab Bojonegoro Siap Gelar BIA 2026
Pemkab Bojonegoro Siap Gelar BIA 2026, Ajang Kompetisi Inovasi untuk Peningkatan Layanan Masyarakat
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong lahirnya budaya inovasi di berbagai sektor melalui Sosialisasi Pelaksanaan Bojonegoro Innovative Award (BIA) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (8/7/2026). Hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto menegaskan bahwa inovasi merupakan arahan langsung pimpinan daerah yang harus diwujudkan oleh seluruh perangkat daerah. Karena itu, setiap OPD dan kecamatan diwajibkan memiliki sedikitnya satu inovasi setiap tahun dan mengikutsertakannya dalam Bojonegoro Innovative Award.
"Setiap OPD dan kecamatan tidak hanya mendaftarkan inovasi, tetapi sifatnya wajib. Minimal setiap tahun harus ada satu inovasi. Dari inovasi yang masuk nantinya akan dilakukan penilaian sesuai kriteria yang telah ditetapkan," ujarnya.
Menurut Edi, inovasi yang lahir dari perangkat daerah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat waktu pelayanan, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, sosialisasi menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh calon peserta memahami mekanisme pelaksanaan, kategori peserta, kriteria penilaian, tahapan seleksi, hingga jadwal kegiatan. Tahun ini, Bojonegoro Innovative Award membuka empat kategori peserta, sehingga diharapkan semakin banyak inovasi yang lahir dari berbagai elemen masyarakat.
Edi juga mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif. Menurutnya, setiap gagasan baru yang mampu memberikan dampak positif layak memperoleh ruang untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Selain menumbuhkan budaya inovasi di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat, BIA juga menjadi bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap karya-karya inovatif yang telah memberikan manfaat nyata. BIA juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran melalui replikasi praktik-praktik baik antar perangkat daerah maupun antar desa, sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Bojonegoro dalam ajang inovasi di tingkat provinsi maupun nasional.
"Oleh karena itu saya berharap lomba inovasi daerah tahun 2026 ini benar-benar mampu mengangkat berbagai inovasi terbaik yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro Dilli Tri Wibowo menjelaskan bahwa pendaftaran Bojonegoro Innovative Award 2026 dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Ia mengatakan, BIA menjadi wadah untuk menghimpun berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh perangkat daerah, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Selain mendukung penguatan Indeks Inovasi Daerah, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi seluruh unsur dalam menghadirkan inovasi yang mendukung optimalisasi pelayanan publik serta pengembangan potensi lokal.
Pada pelaksanaan tahun 2026, BRIDA juga berharap semakin banyak inovasi berasal dari kategori masyarakat umum. Dengan semakin luasnya partisipasi, inovasi yang lahir diharapkan tidak hanya berasal dari lingkungan pemerintahan, tetapi juga tumbuh dari kreativitas masyarakat yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.(Andy/YY)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id