Pastikan Ketahanan Pangan
Wihadi Wijanto dan Bupati Setyo Wahono Tinjau Stok Beras di Gudang Bulog Kalitidu
Pastikan Ketahanan Pangan, Wihadi Wijanto dan Bupati Setyo Wahono Tinjau Stok Beras di Gudang Bulog Kalitidu
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur IX (Bojonegoro–Tuban), Wihadi Wijanto, bersama Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Kalitidu, Bojonegoro, Kamis (30/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan serta keamanan stok pangan di wilayah tersebut.
?Dalam peninjauannya, Wihadi melihat langsung kondisi ketersediaan beras di Gudang Bulog Cabang Bojonegoro yang melayani tiga wilayah sekaligus, yakni Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
?“Hasil peninjauan hari ini menunjukkan bahwa stok beras saat ini dalam kondisi melimpah dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Wihadi Wijanto di sela kunjungannya.
?Berdasarkan data terbaru, total cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai kisaran 60.000 hingga 79.000 ton.
Jumlah yang sangat besar ini dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi konsumsi masyarakat hingga belasan bulan ke depan.
?Meski stok melimpah, Wihadi mencatat adanya tantangan teknis dalam pengelolaan, yakni keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan permanen milik Bulog di wilayah tersebut yang mulai penuh.
?Di sisi lain, Bulog Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen petani lokal.
Proses penyerapan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
?Saat ini, HPP ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani.
?”Kami melakukan pembelian sesuai regulasi pemerintah. Bulog Bojonegoro sudah menyerap sesuai aturan yang berlaku,” ungkap perwakilan pihak Bulog.
?Guna mengoptimalkan penyerapan gabah agar tetap mencapai target 100 ton per hari, Bulog mengambil langkah proaktif dengan menyewa mesin pengering (dryer) dan gudang milik pengusaha lokal.
Langkah ini diambil agar kualitas gabah petani tetap terjaga sesuai standar meski fasilitas internal sedang beroperasi maksimal.
?Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus ditingkatkan guna menghindari kendala komunikasi atau hambatan teknis di lapangan.
?“Kami menyewa mesin pengering dan gudang lokal untuk memastikan penyerapan di tingkat petani tetap berjalan maksimal. Tentu kami tiap saat berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,” tambah pihak Bulog.
?Sinergi antara DPR RI, Pemerintah Daerah, dan Bulog ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta memberikan jaminan harga yang layak bagi para petani di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.(red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id