Baru Dibangun Sudah Retak
Proyek Pelindung Tebing Sungai di Desa Clebung Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Proyek Pelindung Tebing Sungai di Desa Clebung Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Baru Dibangun Sudah Retak
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO – Proyek pembangunan pelindung tebing sungai/kali di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Pasalnya, meski belum lama selesai dikerjakan, kondisi bangunan sudah mengalami retak parah, pecah, dan terkelupas di sejumlah titik.
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 ini menelan anggaran sebesar Rp195.233.600, dengan pelaksana CV Fanani Karya Alam dan konsultan pengawas CV Ratya Mitra Utama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (2/1/2026), terlihat jelas struktur beton pelindung tebing mengalami keretakan vertikal cukup lebar, bahkan sebagian bagian tampak keropos dan pecah, memperlihatkan material batu di dalamnya. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pengerjaan tidak sesuai standar mutu konstruksi.
Padahal, proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan. Namun faktanya, bangunan sudah menunjukkan kerusakan serius yang seharusnya belum terjadi jika pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan RAB.
Sejumlah warga setempat mengaku khawatir bangunan tersebut tidak akan bertahan lama, apalagi jika debit air sungai meningkat saat musim hujan.
“Ini belum lama jadi, tapi sudah pecah dan retak. Kalau nanti banjir, kami takut malah ambrol,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih memprihatinkan lagi, pada papan informasi proyek tertulis waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender, namun hasil di lapangan justru menunjukkan mutu bangunan yang patut dipertanyakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Fanani Karya Alam selaku pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi media ini. Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro juga belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi bangunan tersebut.
Muncul dugaan, lemahnya pengawasan proyek turut menjadi penyebab utama buruknya kualitas hasil pekerjaan. Publik pun mendesak agar Inspektorat dan aparat penegak hukum turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan fisik proyek.
Jika terbukti terjadi penyimpangan spesifikasi atau pengurangan mutu, maka proyek ini berpotensi merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan warga sekitar.(Red)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id