Menyongsong Satu Abad NU
JATIMNEWS - Awal abad ke-20 M merupakan babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan belanda.
Era baru itu di tandai dengan berdirinya beberapa organisasi pergerakan nasional dengan mengubah pola perjuangan yang bersifat kedaerahan dan hanya mengandalkan perjuangan bersenjata menjadi bentuk baru yang lebih steategis melalui gerakan pendidikan, sosial, budaya, ekonomi untuk meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan rakyat dengan mendirikan organisasi yang modern.
Dikalangan umat islam Indonesia telah berdiri beberapa organisai modern seperti jamiyatulkhoir yang bergerak di bidang pendidikan, sarekat dagang islam (SDI) yang bergerak di bidang ekonomi, dan Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan.
Di kalangan ulama pesantren gagasan untuk menidirikan sebuah jam’iyah sebenarnya sudah muncul sejaka berdirinya organisasi-organisasi lokal atas prakasa KH. Abdul Wahab Hasbullah dan kawan-kawan, seperti Nahdlatul Wathan (sebuah organisasi pendidikan). Tashwirul Afkar (forum diskusi pembahasan masalah-masalah umat), Nahdlatul Tujar (organisasi untuk memperbaiki ekonomi), Nahdlatul Syubban (organisasi kepemudaan), dan lain-lain.
Dengan memperhatikan dinamika perkembangan yang terurai diatas, maka KH. Abdul Wahab Hasbullah mempunyai keinginan untuk menyampaikan gagasan perlunya mendirikan organisasi para ulama pesantren kepada gurunya, KH. Hasyim Asy’ari.
Namun beliau masih belum menyetujui keinginannya sebelum memohon pentujuk terlebih dahulu kepada Allah SWT. Dikhawatirkan apabila beliau mendirikan organisasi sendiri akan memecah belah persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu beliau berfikir tentang kausalitas kehidupan beragama lebih-lebih bangsa Indonesia.
Pada tanggal 16 Rajab 1344 H./31 Januari 1926 M. Menghasilkan keputusan penting yang membentuk sebuah jamiyah (organisasi) sebagai wadah perkumpulan dan persatuan para ulama pesantren dalam tugasnya memimpin umat menuju terciptanya izzul Islam wal muslim (kejayaaan Islam dan kaum muslimin).
Yang di beri nama “NAHDLATUL ULAMA”. Seiring perkembangan zaman mulai maju hari demi hari warga Nahdliyyin mulai bertambah, di tandai dengan banyaknya pengurus cabang dari beberapa daerah bahkan di berbagai Negara.
Maka hal ini menunjukan bahwa NU (Nahdlatul Ulama) adalah jamiyah (organisasi) yang benar-benar di Ridhoi oleh Allah SWT.
Dan hari ini bertepatan 31 Januari 2022, Nahdlatul Ulama berumur 96 Tahun yang menyongsong satu abad organisasi Islam yang berhaluan ASWAJA dengan Tema “ Konsistensi Khidmat NU dalam Menjaga dan Menyebarkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”.
SELAMAT HARLAH NU YANG KE-96
Penulis : Waris An-nihab
30 Januari 2022, Pondok Pesantren Aqidah Usymuni
Editor :mawardi@2021