Ajang Promosi Wisata Lokal dan Pengenalan Geopark Bojonegoro
Festival Belimbing 2026 Sukses Digelar
Festival Belimbing 2026 Sukses Digelar, Ajang Promosi Wisata Lokal dan Pengenalan Geopark Bojonegoro
SIGAPNEWS.CO.ID | BOJONEGORO -- Festival Belimbing 2026 di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (7/11/2026) disambut antusias warga. Pembukaan festival ini sekaligus dirangkai syukuran hasil panen dan pengenalan Geopark Bojonegoro.
Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah. Turut mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Elzadeba Agustina. Dalam kegiatan ini, tampak warga bedatangan mengikuti rangkaian acara festival.
Salah satu warga Kalitidu Riyanti mengatakan acara yang setiap tahun dilaksanakan memberikan hiburan tersendiri untuk dirinya dan keluarga. “Hampir setiap tahun saya kesini rombongan sama keluarga. Seru saja berebut gunungan belimbing, kami berharap acara seperti ini bisa selalu ada buat hiburan wisata warga Bojonegoro,” tutur Riyanti.
Agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Geopark Bojonegoro ini digadang-gadang tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan sarana nyata untuk mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Festival Belimbing 2026. Festival ini tak sekedar seremoni, melainkan telah menggerakkan ekonomi warga, mengangkat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menonjolkan potensi desa.
Pemkab Bojonegoro berharap ajang ini dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis alam dan perkebunan, sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. ”Festival ini bukan hanya acara seremonial, tapi hasilnya harus jelas. Festival ini harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, mengangkat UMKM, dan mengangkat potensi lokal yang ada di Desa Wringinrejo,” ujar Wahono.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Ngringinrejo serta Disbudpar yang konsisten menginisiasi dan mendorong penyelenggaraan festival secara rutin.
Pada kesempatan itu, Bupati Wahono mengisahkan proses panjang perkembangan komoditas belimbing di Desa Ngringinrejo yang tak lepas dari peran almarhum Mbah Nur sebagai sosok perintis penanaman belimbing.
”Kita tidak mungkin ada kebanggaan tanpa sebuah ikhtiar dan proses panjang. Tadi diceritakan yang menginisiasi adalah Mbah Nur. Harapan saya ke depan akan muncul kebanggaan-kebanggaan lain di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Untuk melanjutkan warisan tersebut, Bupati Wahono menegaskan komitmen pemerintah dalam mempromosikan, mendampingi, serta memasarkan produk-produk lokal agar memiliki daya saing tinggi. Ia mendorong lahirnya inovasi olahan belimbing agar tidak hanya berfokus pada agrowisata petik buah, melainkan juga dikembangkan menjadi produk turunan seperti makanan dan minuman.
Sebagai langkah nyata, Bupati menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk terus melakukan penjajakan potensi di berbagai wilayah. Langkah ini diambil agar pengembangan pertanian tidak hanya bertumpu pada padi dan jagung, melainkan merata sesuai karakteristik setiap desa.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina mengatakan bahwa Ngringinrejo menjadi bagian penting dari penilaian UNESCO Global Geopark. Oleh karena itu, potensi pertanian lokal seperti belimbing dan produk UMKM desa terus didorong untuk menjadi tradisi tahunan yang ikonik.
“Festival Geopark fokus pada Festival Belimbing ini akan terus kita laksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai salah satu event kebanggaan dan unggulan Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.[Andy/YY)
Editor :sitirahayu
Source : sigapnews.co.id








