Festival Kampung Gendis Hidupkan UMKM dan Seni Tradisional di Jugosari
Festival Kampung Gendis menghidupkan Lapangan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dengan bazar UMKM dan pertunjukan seni tradisional.
LUMAJANG — Festival Kampung Gendis menghidupkan Lapangan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dengan bazar UMKM dan pertunjukan seni tradisional. Kegiatan yang digagas mahasiswa KKN ITB Widya Gama Kabupaten Lumajang itu menarik warga sejak pagi hingga malam.
Rangkaian festival dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan jalan santai. Warga Desa Jugosari dan masyarakat dari wilayah sekitar tampak memenuhi lokasi untuk mengikuti kegiatan sekaligus menikmati berbagai rangkaian acara yang disiapkan panitia.
Bazar UMKM menjadi salah satu pusat perhatian. Sejumlah pelaku usaha lokal memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk mereka langsung kepada masyarakat. Beragam produk usaha warga dipamerkan dan ditawarkan selama festival berlangsung.
Mahasiswa KKN ITB Widya Gama sengaja mengemas festival dengan konsep yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dan hiburan masyarakat. Kehadiran bazar diharapkan membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Salah seorang panitia mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan, tetapi juga mengangkat potensi desa.
“Kami ingin Festival Kampung Gendis menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak orang,” ujar panitia.
Suasana semakin ramai ketika malam tiba. Pertunjukan Reog menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian warga. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya disaksikan masyarakat Desa Jugosari, tetapi juga warga dari luar desa yang datang khusus untuk menikmati pertunjukan.
Tiga tokoh yang dipercaya sebagai juri dalam rangkaian kegiatan tersebut yakni Dr. Fauzan Muttaqien, S.E., M.M., Dr. Ikhwanul Hakim, S.E., M.M., dan Via Lailatul Rizzi, S.E., M.M.
Perangkat Desa Jugosari, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat turut hadir dalam festival. Kolaborasi tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur dalam menghidupkan kegiatan berbasis potensi lokal.
Pelaku UMKM menyambut kesempatan promosi tersebut karena interaksi langsung dengan pengunjung dapat membuka peluang pasar baru. Sementara pertunjukan Reog memberi ruang bagi kesenian tradisional untuk tetap dekat dengan generasi muda dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi bisa terus mendorong UMKM, ekonomi kreatif dan kesenian lokal agar semakin dikenal dan berkembang,” kata panitia.
Festival Kampung Gendis pun menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, pemerintah desa, pelaku usaha, seniman dan masyarakat. Dari bazar hingga panggung Reog, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan budaya desa dapat berjalan beriringan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap kolaborasi serupa terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi pengembangan UMKM serta pelestarian budaya lokal di Desa Jugosari dan sekitarnya.
Editor :Tim Sigapnews