Mawardi : Pemuda Asal Gili Iyang Sumenep Tuntaskan Sidang Tertutup Doktoral dalam Empat Semister
Foto : Dr. Mawardi, S. Sos., SH., MH saat pelaksanaan Sidang Tertutup Disertasi di Pascasarjana UIN Malang
MALANG | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah asal Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Mawardi merupakan seorang pemuda asal pulau yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kadar oksigen tinggi tersebut berhasil menyelesaikan sidang tertutup program doktor (S3) hanya dalam waktu 4 semester atau sekitar dua tahun masa studi di Program Doktor Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin, 18 Mei 2026.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Pulau Gili Iyang, tetapi juga bagi Kabupaten Sumenep secara umum. Di tengah berbagai tantangan pendidikan dan akses yang masih menjadi perhatian di wilayah kepulauan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.
Sidang tertutup disertasi yang dilaksanakan di lingkungan program pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut menjadi tahapan penting sebelum menuju sidang terbuka promosi doktor. Keberhasilan menyelesaikan studi doktoral dalam waktu relatif singkat ini dinilai sebagai capaian yang tidak mudah, mengingat proses pendidikan doktor menuntut ketekunan, riset mendalam, publikasi ilmiah, hingga penyusunan disertasi. Dalam keterangannya, pemuda asal Pulau Gili Iyang tersebut menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, dukungan keluarga, para dosen pembimbing, serta doa masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi menjadi motivasi bahwa putra-putri daerah kepulauan juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik tertinggi. Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari wilayah kepulauan,” ujar Mawardi saat diwawancarai.
Diketahui, penelitian disertasinya mengangkat tema mengenai penyelesaian sengketa perceraian berbasis masyarakat melalui peran pemerintah desa dengan pendekatan integratif hukum responsif dan perspektif maqasid syariah, yang menyoroti praktik mediasi sosial di tingkat desa.
Prestasi ini sekaligus menjadi representasi semangat generasi muda Madura dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Keberhasilan menuntaskan pendidikan doktoral dalam empat semester diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda, khususnya masyarakat kepulauan, agar terus menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Dewan Perwakilan Rakyak Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep yang berasal dari Pulau Gili Iyang pun menyambut capaian tersebut dengan penuh kebanggaan. Sosok pemuda ini dinilai menjadi bukti bahwa anak daerah dari wilayah kepulauan mampu menunjukkan kualitas, daya saing, serta kontribusi nyata di bidang akademik dan keilmuan.
"Setiap ada kemauan dengan usaha yang sungguh-sungguh disitu pasti ada jalan untuk mencapainya, semoga ini menginspirasi untuk pemuda dan pemudi kedepannya" Ungkap H. Masdawi penuh semangat.
Selain itu Kepala Desa Banra'as Pulau Gili Iyang juga mengapresiasi karena Disertasi yang ditulis merupakan hasil penelitian di Desa Banra'as Pulau Gili Iyang yang dapat di pertahanan di hadapan para penguji.
"Saya sangat apresiasi karena salah satu pemuda Desa Banra'as ini dengan kajiannya tentang local wisdom yang ada di Desa namun dapat disajikan menjadi Disertasi dan dipresentasikan dalam jenjang pendidikan Doktoral di UIN Malang" Apresiasi H. Mathor penuh gembira.
Editor :mawardi@2021
Source : Tim Media Sigap News