Jalan Tukum Kidul Rusak Parah, Warga Sorot Dump Truck Pasir
Aktivitas angkutan material pasir di Jalan Pasinan, Tukum Kidul, Kabupaten Lumajang.
LUMAJANG – Aktivitas angkutan material pasir di Jalan Pasinan, Tukum Kidul, Kabupaten Lumajang, Sabtu (2/5/2026), memicu keresahan warga.
Sedikitnya 15 hingga 29 unit dump truck bermuatan pasir dilaporkan melintas setiap hari di jalur lingkungan tersebut, menyebabkan badan jalan rusak berat, retak, ambles, hingga dipenuhi lubang yang membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Pantauan Tim SIGAPNEWS di lokasi, sejumlah titik di ruas Jalan Pasinan tampak mengalami kerusakan cukup parah.
Aspal terkelupas, permukaan jalan bergelombang, bahkan beberapa lubang besar terlihat tertutup genangan air usai hujan, membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, intensitas kendaraan berat pengangkut pasir disebut terus meningkat. Akibatnya, jalan yang sebelumnya masih layak dilalui kini berubah menjadi jalur rawan kecelakaan.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas dump truck berlangsung hampir tanpa jeda setiap hari.
"Setiap hari dump truck pasir lewat terus, jumlahnya banyak. Sebelum sore saja bisa 15 sampai 29 unit yang melintas. Sekarang jalannya rusak parah, penuh lubang. Kalau malam hari sangat berbahaya," ujarnya saat ditemui Tim SIGAPNEWS, Sabtu (2/5/2026).
Menurut warga, kerusakan paling terasa saat musim hujan. Lubang-lubang yang tertutup air membuat pengendara sulit mengantisipasi kondisi jalan, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Tak hanya merusak infrastruktur, lalu lalang kendaraan bertonase besar juga dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar akibat getaran dan debu yang muncul saat armada melintas.
Warga menduga beban kendaraan yang melampaui kapasitas jalan lingkungan menjadi pemicu utama kerusakan tersebut.
Di sejumlah wilayah Lumajang, pengawasan terhadap angkutan pasir memang sedang diperketat, termasuk penertiban jam operasional dan pemeriksaan kelayakan kendaraan oleh pemerintah daerah dan aparat terkait pada awal 2026.
Masyarakat kini mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait segera turun melakukan pengecekan lapangan, sekaligus menata kembali aturan tonase kendaraan yang melintas di jalur permukiman.
Warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya menegaskan, masyarakat tidak menolak aktivitas ekonomi, namun keselamatan warga harus menjadi prioritas.
"Kami minta jalan segera diperbaiki. Kalau truk tetap lewat, harus ada pembatasan tonase supaya jalan lingkungan tidak terus jadi korban kepentingan usaha angkutan material," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai keluhan warga Jalan Pasinan, Tukum Kidul.
Editor :Tim Sigapnews